Setelah suaminya meninggal Piyah hidup dengan kelima anaknya di tanah kelahirannya itu. Walau berat menghidupi anak-anak nya sendirian namun tak membuatnya mengeluh, kesabaran dan kemandiriannya membuat ia mampu bertahan untuk anak-anaknya.
Setiap pagi ia pergi kesawah. Sawah dan tanah perkebunan yang ditinggalkan almarhum suaminya itu tak ingin ia jual meskipun kondisi perekonomiannya kurang memadai. Niatnya adalah agar tanah itu bisa diwariskan kepada anak cucunya kelak.
Hingga suatu ketika datang seorang lelaki penjual anyaman. Niat hati tak ingin berumah tangga lagi tapi dengan keadaan yang ada dan berharap agar lelaki itu dapat meringankan beban perekonomiannya, akhirnya ia menikah lagi.
Namun hingga lahirlah seorang anak perempuan dari suami keduanya itu, ternyata sang suami tidak pernah peduli. Baik materi maupun perhatian tak pernah suaminya berikan, hingga akhirnya mereka berpisah.
Anak yang tumbuh tanpa perhatian dari sang ayah kandung bahkan jarang melihatnya tentu saja sang anak merasa sang ayah tak menyayanginya dan akhirnya iapun memutuskan untuk tak peduli kepada semuanya.
walau tidak mau bertemu ayahnya, Asih masih tetap menuruti keinginan ibunya untuk pergi ke parung  kuda. Disana dia bertemu dengan keluarga baru ayahnya, ibu tiri dan saudara tirinya seayah.
Disana ia tinggal bersama saudara dari keluarga ibu tirinya, meski telah bertemu sang ayah kandung namun hatinya tetap tak merasakan apa itu namanya kasih sayang. Ayahnya begitu dingin dan tak pernah dirangkulnya, rasanya Asih ingin cepat pulang saja.
setelah beberapa hari, hajatan sudah selesai. Keluarga ayahnya telah pulang terlebih dulu, namun malang Asih tak bisa pulang ke kampungnya karena uang yang diberikan ibunya hilang entah kemana. Padahal ia ingat sekali uang itu ada disaku dalam tas nya.
hingga dua minggu Asih berada di Parung kuda, untung saja keluarga ibu tirinya itu berbaik hati menampungnya. Disana ia dikenalkan kepada seorang lelaki muda entah apa maksudnya. Namun ternyata keluarga ayahnya ingin agar Asih menikah dengan lelaki itu. Lelaki itulah yang mengantarkan Asih pulang.

Bersambung...
*cerita akan terus diperbaharui